5 Fakta Artefak Langka Majapahit Curian Dibalikin dari New York ke RI

5 Fakta Artefak Langka Majapahit Curian Dibalikin dari New York ke RI
5 Fakta Artefak Langka Majapahit Curian Dibalikin dari New York ke RI

Abidintoto.news Artefak langka dari Majapahit dicuri orang dan dibawa pergi dari Pulau Jawa. Di New York, Amerika Serikat (AS), benda bersejarah itu muncul setelah diselamatkan aparat setempat. Ini fakta-faktanya.

Fakta-fakta ini dikumpulkan dari pemberitaan yang dihimpun detikcom hingga Minggu (28/4/2024) malam.

1. Diamankan bersama puluhan artefak Kamboja
Dilansir AFP, Sabtu (27/4) kemarin, Jaksa Wilayah Manhattan, New York, yakni Alvin Bragg, mengatakan ada 30 barang antik dari Kamboja dan Indonesia yang akan dikembalikan. Barang-barang antik tersebut sebelumnya telah dijarah, dijual atau ditransfer secara ilegal oleh jaringan pedagang dan penyelundup Amerika.

30 Barang antik tersebut terdiri dari 27 dari Kamboja dan 3 dari Indonesia yakni peninggalan Majapahit, kerajaan terbesar di Asia Tenggara di Abad 13 sampai 16.

27 Barang antik dikembalikan ke Kamboja, meliputi perunggu dewa Hindu Siwa (Tiga Serangkai Siwa) yang dijarah dari Kamboja. 3 Barang dari Majapahit juga dikembalikan ke Indonesia lewat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York. Prosesi seremonial digelar pada 24 April lalu.

2. Nilai artefak dari Majapahit: Miliaran
Barang-barang antik itu bernilai total US$3 juta, kata Jaksa Wilayah Manhattan Alvin Bragg, seperti dilansir kantor berita AFP. Lantas berapakah nilai untuk artefak dari Majapahit?

“Nilai benda-benda antik ini diperkirakan mencapai USD 405,000 secara total, telah diselundupkan keluar dari Indonesia untuk dijual di AS,” tulis KJRI New York.

USD 405,000 bila dirupiahkan dengan kurs sekarang, kurang lebih nilainya setara dengan Rp 6,5 miliar. Itu adalah nilai untuk tiga artefak saja.

3. Wujud artefak langka

Untuk yang berasal dari Indonesia, ada batu relief dua tokoh kerajaan Majapahit Abad 13 hingga 16. Dari situs Kantor Jaksa Distrik Manhattan, terlihatlah wujud relief langka ini.

Majapahit disebut sebagai kerajaan paling kuat dan berpengaruh di Asia Tenggara. Namun peninggalan semacam ini sangat jarang ditemukan dari era kerajaan terbesar pra-Islam itu. Soalnya, peninggalan Majapahit biasanya bermaterialkan terakota (tembikar), bukan dari batu.

“Majapahit terkenal dengan terakotanya, sehingga relief batu ini menjadi contoh seni Majapahit yang sangat langka. Relief tersebut menggambarkan dua sosok kerajaan yang sedang duduk, seorang wanita dan seorang pria, dikelilingi oleh dedaunan bergaya dan memegang benda-benda bulat di tangan mereka, yang mungkin merupakan buah Maja yang menjadi nama kerajaan tersebut. Relief Batu ditemukan dari unit penyimpanan milik KAPOOR,” tulis Kejaksaan Distrik Manhattan di situsnya.

Relief peninggalan zaman Majapahit yang diselamatkan dari pencuri di New York, AS. (Sumber: Situs web Mahattan District Attorney's Office)-abidintoto.news
Relief peninggalan zaman Majapahit yang diselamatkan dari pencuri di New York, AS. (Sumber: Situs web Mahattan District Attorney’s Office)-abidintoto.news

Lantas bagaimana dengan dua barang lainnya dari era Majapahit yang diselamatkan di New York? Penampakannya muncul di akun Instagram Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.

Terlihat, dua artefak itu didirikan di atas meja, di kanan dan kiri relief. Artefak itu berupa arca era Hindu-Buddha. Arca sebelah kiri lebih kecil ketimbang arca sisi kanan. Arca sebelah kiri mirip dengan patung Dewa Siwa, sedangkan arca sebelah kanan mirip dengan patung Buddha.

 

4. Sosok penjual artefak Majapahit

Dilansir situs web Kejaksaan Wilayah Manhattan, diakses detikcom pada Minggu (28/4/2024), nama penjual tiga artefak Majapahit itu adalah Subash Kapoor, seorang pria warga India dan Amerika Serikat (AS).

“Relief batu diselamatkan dari unit penyimpanan yang dimiliki Kapoor,” tulis Kejaksaan Manhattan.

Selama satu dekade lebih, Unit Perdagangan Benda Antik dari Kejaksaan Wilayah Manhattan serta Investigasi Keamanan Dalam Negeri telah menginvestigasi Kapoor dan komplotannya. Mereka diduga melakukan penjarahan, pemindahan, dan penjualan artefak dari banyak negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Nepal.

subhash-kapoor-sumber-facebook-via-cnbc
subhash-kapoor-sumber-facebook-via-cnbc-abidintoto.news

Kapoor diduga menyelundupkan benda-benda bersejarah ke Manhattan dan dijual lewat galeri yang dimiliki Kapoor di Madison Avenue, bernama ‘Art of the Past’. Kejaksaan menangkap Kapoor sudah sejak 2012 silam. November 2019, Kapoor dan tujuh terdakwa lainnya didakwa melakukan konspirasi memperdagangkan barang antik curian. Ekstradisi Kapoor dari India sedang menunggu keputusan. Lima orang terdakwa lain sudah divonis bersalah, termasuk dua terdakwa lainnya yang didakwa, serta tiga pelaku perdagangan lain yang didakwa terpisah.

Dilansir AFP, investigasi yang menyeret Kapoor ini dinamai aparat setempat dengan nama “Hidden Idol”. Kapoor ditangkap 2011 di Jerman, dikirim ke India dan diadili serta dijatuhi 13 tahun penjara pada November 2022. Kapoor menolak dakwaan tersebut.

artefak-era-majapahit-yang-dicuri-sampai-new-york-sumber-instagram-kjri-new-york
artefak-era-majapahit-yang-dicuri-sampai-new-york-sumber-instagram-kjri-new-york-Abidintoto.news

5. Indonesia berterima kasih

Indonesia melalui KJRI New York berterima kasih atas temuan ini. Artefak ini jelas berharga bagi bangsa Indonesia. Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi, menyatakan penemuan ini bertepatan dengan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-AS. INi menunjukkan kedekatan kedua negara.

“Kami berterima kasih kepada Kejaksaan Wilayah Unit Perdagangan Barang Antik dan Departemen Keamanan Dalam Negeri atas kerja keras mereka mengembalikan benda-benda ini kembali ke pemerintah Indonesia,” tulis KJRI New York.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Hi

    I’ve been doing some research for a client. As I was browsing through your website, I ran into an issue accessing abidintoto.news.

    I realize it can be difficult to keep track of every aspect of a website.

    For my own needs, I often turn to tools like https://websitecheckhealth.com to check I’m getting the most out of my health-related websites. It offers a comprehensive report at no cost.

    If you need any assistance in this area, feel free to reach out.

    Regards, Dora

  2. Hi

    I’ve been doing some research for my client. While browsing through your website, I experienced an issue accessing abidintoto.news.

    I realize it can be difficult to keep track of every aspect of a website.

    For my own needs, I often turn to tools like https://websitecheckhealth.com to ensure I’m getting the most out of my health-related websites. It offers a comprehensive report at no cost.

    If you need any assistance in this area, feel free to reach out.

    Warm regards, Dora