Pihak sekolah membenarkan putra Vincent Rompies terlibat kasus bullying terhadap rekan sekolah

Pihak sekolah membenarkan putra Vincent Rompies terlibat kasus bullying terhadap rekan sekolah
Pihak sekolah membenarkan putra Vincent Rompies terlibat kasus bullying terhadap rekan sekolah

Abidintoto.news – Pihak sekolah telah membenarkan bahwa putra Vincent Rompies yang berinisial L terlibat dalam kasus dugaan bullying terhadap rekan sekolah. Kini beredar informasi soal dugaan nasib L pasca terlibat kasus bullying. Seseorang tanpa identitas yang mengaku rekan sekolah menyebut bahwa L telah dikeluarkan dari sekolah.

L dikeluarkan bersamaan dengan tiga pelaku lainnya. Tertera pula, dugaan aksi yang dilakukan L pada korban. L diduga ikut mengikat dan memegang tangan korban.

”Halo guys aku mau info, aku salah satu anak dari binus school serpong korban adalah salah satu teman saya, anak Vincent (L) dikeluarkan dari sekolah, (K) (yang bakar korban dengan korek api) juga dikeluarkan, (E) (nyekek leher korban) juga dikeluarkan. Untuk teman2 yang lain masih blm ada info. TOLONG DI BOOST YA GUYS, [sic!]” bunyi keterangan tersebut.

 

Namun, informasi ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Pasalnya, dari pihak sekolah sendiri mengaku masih mengusut tuntas kasus ini. Diperkirakan pihak sekolah juga akan memanggil Vincent.

”Iya (anak Vincent terlibat),” ungkap Corporate PR Binus University Haris Suhendra. “Sejauh ini dalam penanganan sekolah dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti, sejauh ini kita sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses. (Sanksi) mengikuti aturan sekolah yang sudah ada.”

Pihak sekolah SMA Binus Serpong juga menegaskan akan mengambil sikap tegas atas kasus bullying yang melibatkan peserta didiknya. Dalam surat dengan nomor 471/MS-HS PRI/II/2024 yang diterbitkan pada 19 Februari 2024 itu, pihak sekolah akan memberikan sanksi. Apalagi, segala bentuk kekerasan bertentangan dengan nilai dan prinsip sekolah tersebut.

”Setiap orang akan tunduk pada kebijakan sekolah saat kami berusaha untuk melakukan tindakan yang sepadan untuk menyelesaikan masalah sesegera mungkin,” tulis keterangan pihak sekolah dalam surat yang diterima awak media baru-baru ini. “Kekerasan, baik secara fisik, emosional, atau psikologis, sepenuhnya tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita junjung tinggi sebagai BINUSIANS.”

 

Source : Wowkeren

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *