Max Verstappen Akui Tantangan GP Monaco, Red Bull Trek yang Sulit

Max Verstappen Akui Tantangan GP Monaco

Abidintoto.newsMax Verstappen, pembalap unggulan tim Red Bull, secara terbuka mengakui bahwa Grand Prix (GP) Monaco bukanlah trek yang ideal bagi timnya. Lintasan yang sempit dan berkelok-kelok di sirkuit yang dibuka pada April 1929 ini menghadirkan tantangan besar bagi Red Bull.

Tantangan Lintasan Monaco bagi Red Bull

Verstappen, yang telah meraih lima kemenangan dari tujuh balapan musim ini, mengincar kemenangan keenamnya di Monaco.

Read More

Ia pernah memenangkan balapan di sirkuit ini pada tahun 2021 dan 2023. Namun, meski memiliki catatan kemenangan di sini, Verstappen tetap menilai bahwa Monaco bukanlah trek terbaik untuk Red Bull.

“Saya pikir melihat tata letak trek, ini mungkin bukan trek terbaik kami, hanya karena mobil kami biasanya kesulitan melewati gundukan dan kerb,” kata Verstappen.

Selain tantangan dari lintasan itu sendiri, Verstappen juga harus mewaspadai peningkatan performa dari tim-tim rival seperti McLaren dan Ferrari.

Strategi dan Set-Up Mobil yang Tepat

Dalam menghadapi GP Monaco, strategi dan set-up mobil menjadi kunci utama. Verstappen menekankan pentingnya menemukan set-up yang tepat untuk mobil guna menghadapi tantangan di Monaco.

“Sekarang tergantung pada siapa yang akan memberikan performa lebih pada mobil, menemukan set-up terbaik pada mobil,” imbuhnya.

Red Bull harus memastikan mobil mereka bisa beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lintasan yang penuh dengan gundukan dan kerb.

Kemenangan di Imola Sebagai Modal

Meski menghadapi tantangan besar di Monaco, Verstappen membawa modal kemenangan dari seri sebelumnya di Sirkuit Imola.

Di Imola, Verstappen memulai balapan dari pole position dan memimpin sebagian besar jalannya balapan.

Namun, balapan tersebut tidak berjalan mulus karena Lando Norris berhasil mendekati Verstappen secara signifikan ketika bannya mulai menipis pada tahap-tahap terakhir.

eruntung, hingga bendera kotak-kotak dikibarkan, Verstappen berhasil bertahan di posisi pertama, melewati garis finis dengan unggul 0,725 detik di depan Norris.

Tentu saja, Imola memulai dengan sangat buruk dan kami berhasil membalikkan keadaan. Saya tidak ingin mengalami akhir pekan seperti itu lagi, ini cukup menegangkan dan tidak menyenangkan,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *