Ancaman Nuklir dan Luar Angkasa Rusia, AS Panik?

Ancaman Nuklir dan Luar Angkasa Rusia, AS Panik
Ancaman Nuklir dan Luar Angkasa Rusia, AS Panik

Abidintoto.news Beberapa laporan terbaru mengenai kemampuan nuklir dan luar angkasa Rusia memicu kekhawatiran bahwa hal tersebut sebagai ancaman bagi Amerika Serikat. Walau begitu, beberapa pihak menganggapnya bukan ancaman yang mendesak.

Pihak yang menganggap laporan tersebut bukanlah suatu ancaman mendesak adalah beberapa anggota Kongres AS khususnya para politisi anggota Partai Republik. Salah satu politisi tersebut adalah Mike Turner yang merupakan Ketua Komite Intelijen DPR AS .

Read More

Menurutnya, kemampuan nuklir dan luar angkasa Rusia merupakan ancaman yang serius. Namun, hal tersebut tidak harus menjadi sebab kepanikan AS.

“Masalah ini serius, tetapi tidak terkait dengan kemampuan aktif juga tidak harus menjadi penyebab kepanikan,” ungkapnya.

Pernyataan ini dilontarkan Turner di tengah perdebatan Kongres AS tentang bagaimana langkah AS dalam menyikapi ancaman global khususnya Rusia. Dalam perdebatan ini, Republikan ingin AS menerapkan kebijakan ‘America First’ yang mengutamakan urusan dalam negeri AS seperti era Donald Trump.

Sebelumnya, rencana Pemerintah AS untuk memasok bantuan ke Ukraina, Israel, dan Taiwan senilai USD 95 miliar atau sekitar Rp 1.400 triliun dalam bentuk Rancangan Undang-Undang (RUU) ditolak oleh DPR AS. Atas hal ini, Presiden Joe Biden meningkatkan kritik terhadap Partai Republik.

Perlu diketahui, saat ini DPR AS dipimpin oleh Mike Johnson, politisi Partai Republik yang merupakan loyalis Donald Trump. Ia menganggap bahwa DPR AS tidak terburu-buru dalam memberikan izin terhadap RUU dari Pemerintah AS yang ditujukan untuk pasokan bantuan ke Ukraina, Israel, dan Taiwan.

Walau begitu, suara serupa juga datang dari kubu Demokrat. Jim Himes, Politisi Demokrat di Bidang Intelijen DPR AS juga mengatakan bahwa perkembangan nuklir dan kemampuan luar angkasa Rusia bukanlah ancaman keamanan nasional yang serius.

“Itu penting, tetapi itu bukan alasan untuk panik,” ungkap Himes.

 

Source : Detik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *